Hubungan Insomnia Dengan Penyakit Jantung

Banyak orang mengeluh susah tidur pada malam hari. Memang hal tersebut terdengar lucu, karena bagi anda yang tidak mengalaminya, tidur adalah suatu aktifitas yang paling mudah untuk dilakukan. Jadi pasti orang akan menanyakan dengan pertanyaan “mengapa tidur saja sulit ?“. Andai kata orang harus mengeluhkan sulit untuk bangun tidur di pagi hari, rasanya pernyataan itu akan lebih mudah untuk dimengerti karena harus meninggalkan aktifitas yang terbilang sangat nyaman. Namun, tidak sedikit orang yang mengeluhkan sulit tidur. Jika ditanya jam berapa anda masuk kamar dengan maksud untuk tidur dan jam berapa tertidur, jawabannya pasti akan cukup bervariasi.

Insomnia
Insomnia/gangguan sulit tidur adalah suatu kelainan/penyakit dimana berada dalam keadaan sulit tidur, sulit untuk mencapai kondisi tertidur lelap, maupun keduanya. Jika mengalami Insomnia, biasanya Anda akan terbangun dalam kondisi tidak segar, yang akan mengganggu kondisi beraktivitas sepanjang hari. Insomnia tidak hanya akan menguras energi dan mood Anda, namun juga kondisi kesehatan, aktivitas kerja, serta kualitas hidup Anda. Insomnia adalah salah satu bentuk gangguan psikis, meskipun faktor fisik juga memiliki andil didalamnya. Bila penyebabnya adalah gangguan psikis, yang diperlukan untuk mengatasinya adalah tindakan psikis, sementara bila penyebabnya adalah gangguan fisik, gangguan inilah yang harus diupayakan untuk dikurangi.
Penyebab gangguan Insomnia ini diantaranya adalah cemas, depresi, hingga gangguan jiwa. Walaupun tidak menuntut kemungkinan gangguan sulit tidur diawali akibat bising dari teman tidur yang mendengkur disebelah anda. Insomnia memang sangat mengganggu bagi Anda yang menderitanya, maka tidak sedikit orang yang mengambil jalan pintas untuk masalahnya dengan langsung mengkonsumsi obat tidur yang dijual dipasaran tanpa berkonsultasi ke Dokter terlebih dahulu. Sepuluh persen dari jumlah penderita gangguan tidur hanya dapat mengatasi problem tidurnya dengan mengkonsumsi obat tidur. Dengan obat, tidur memang menjadi pulas, namun ketika terbangun dari tidur, Anda akan merasakan tubuh yang semakin lemas dan lesu.

Apakah Saya Insomnia ?
Sebenarnya, berapa lama idealnya kita tidur? Untuk hal ini tergantung tiap-tiap individu. Kebanyakan orang butuh tidur antara 7-8 jam per hari. Banyak orang mengalami insomnia hanya untuk masa tertentu saja, namun ada pula orang yang mengalami insomnia ini dalam jangka waktu panjang (insomnia kronik). Seseorang dengan gejala insomnia kadang butuh waktu 30 menit atau lebih untuk benar-benar bisa tertidur lelap dan bisa saja hanya tidur dalam waktu 6 jam atau kurang dari itu selama 3 hari atau lebih dalam seminggu.
Bagi Anda yang mengalami insomnia tidak perlu khawatir, karena mungkin Anda cuma perlu merubah sedikit kebiasaan tidur untuk melawan insomnia. Bagaimana cara Anda mengetahui apakah Anda termasuk dalam orang yang tergolong mengidap Insomnia atau tidak? Ada beberapa hal yang perlu Anda ketahui mengenai gejala dari Insomnia, antara lain :

  • Sulit mencapai tahap tertidur lelap
  • Terbangun saat tidur
  • Terlalu cepat bangun tidur
  • Tidak merasa cukup istirahat setelah tidur malam
  • Merasakan ngantuk di siang hari
  • Merasa resah, cemas, depresi, dan gusar
  • Sulit berkonsentrasi saat beraktivitas
  • Seringnya melakukan kesalahan atau kecelakaan kecil, terutama dalam bekerja
  • Sering merasa sakit kepala
  • Munculnya kekhawatiran akan kondisi tidur

Pengaruh Insomnia Terhadap Penyakit Jantung
Jika penelitian sebelumnya menyebutkan, Insomnia kronis berhubungan dengan depresi dan kegelisahan, kini penelitian asal Norwegia menyebutkan fakta lain. Pada penderita insomnia atau yang mengalami kesulitan tidur hingga tengah malam akan memiliki resiko terserang penyakit jantung, dibandingkan dengan mereka yang memiliki jam tidur normal. Seseorang dengan gejala insomnia mengalami serangan jantung lebih banyak daripada seseorang tanpa gejala insomnia. Hal serupa terjadi pada orang-orang yang memiliki gejala insomnia terbanyak, dimana mereka yang tergolong dalam kategori ini akan memiliki resiko terbesar untuk terkena serangan jantung.
Sejauh ini, hubungan antara insomnia dan meningkatnya resiko serangan jantung memang belum jelas. Tetapi yang pasti, gangguan tidur akan berdampak pada tekanan darah dan proses inflamasi, dimana keduanya merupakan faktor resiko untuk terjadinya serangan jantung. Peneliti asal Norwegian University of Science mengatakan bahwa penelitian ini memang masih harus didukung oleh penelitian-penelitian selanjutnya guna mengkonfirmasi penemuan pada populasi berbeda dan mengetahui secara lebih lanjut mengenai seberapa besar kelemahan tidur yang berdampak pada serangan jantung.
Beberapa penelitian terdahulu hanya menyebutkan adanya hubungan antara insomnia dan tekanan darah, namun hanya beberapa penelitian yang melihat efek para penderita insomnia terhadap serangan jantung. Melengkapi pernyataan tersebut, penelitian terbaru sebelumnya juga melakukan penelitian serupa pada lebih dari 50 ribu penduduk Norwegia. Hasil pantauan selama 11 tahun menunjukkan, 2.386 pendaftar mendapatkan serangan jantung pertama kali.
"Ketika gejala insomnia  menjadi hal biasa dan mudah untuk diobati, penting artinya bagi masyarakat mewaspadai hubungan insomnia dan serangan jantung, dan berkonsultasi dengan dokter jika mengalami gangguan tidur," kata Dr. Lars Erik Laugsand, dokter penyakit dalam dari Norwegian University of Science and Technology di Trondheim.
Jika sebelumnya beberapa hal seperti usia, tekanan darah, kolesterol, dan obesitas dapat menjadi faktor resiko munculnya serangan jantung, kini peneliti menemukan hal serupa pada para penderita insomnia. Dalam riset ini, peneliti memperhitungkan beragam faktor, seperti usia, jenis kelamin, status perkawinan, tingkat pendidikan, tekanan darah, kadar kolesterol, diabetes, berat badan, olahraga, dan pola kerja shift. Gejala depresi dan kecemasan sebagai pemicu insomnia juga turut diperhitungkan.
Peneliti menemukan, mereka yang hampir setiap hari kesulitan tidur mengalami peningkatan risiko 45% serangan jantung, dibanding responden yang tak bermasalah untuk tidur lelap. Selain itu, mereka yang tidurnya tidak nyenyak atau sering terjaga di malam hari juga berisiko 30% lebih tinggi ketimbang yang tidurnya nyenyak.  Sedangkan mereka yang merasa badannya tidak segar/bugar setelah tidur malam mengalami peningkatan risiko serangan jantung sebesar 27% ketimbang yang merasa bugar.
Dari studi tersebut, dapat disimpulkan bahwa pola tidur Anda akan mempengaruhi metabolisme dari tubuh Anda setiap harinya, dimana proses metabolisme tubuh seseorang diatur oleh ritme sirkadian yang tentu sangat bervariasi diantara siklus tidur setiap individu. Kesimpulan ini didasarkan pada penelitian sebelumnya bahwa binatang yang ritme sirkadiannya diganggu saat tidur akan mengalami perubahan metabolisme tubuhnya, maka jika ini terjadi pada manusia, hal ini akan berdampak pada peningkatan resiko sakit jantung.

Kapan Harus Berkonsultasi dengan Dokter ?
Jika Insomnia menyebabkan Anda sulit beraktivitas di siang harinya, kunjungi dokter untuk mengetahui penyebabnya dan bagaimana mengatasinya. Jika dokter anda mengatakan anda punya gangguan tidur, anda bisa direferensi ke Klinik Gangguan Tidur untuk dilakukan penanganan lebih lanjut agar Anda dapat memperoleh penanganan yang menyeluruh.


icon-watch

Facebook
Facebook
Twitter
Twitter
Facebook
Facebook

Jumlah Kunjungan

5185071

Hari ini
Bulan ini
Bulan kemarin
Total
4993
171824
80882
5185071

Testimoni

Kenko No Kai sangat positif karena banyak menambah wawasan kesehatan masyarakat Manado. Saya sangat bangga dapat mengikuti Kenko No Kai

Kol. Purn. Robbi Herman Monginsidi (70 Tahun) Manado - Sulawesi Utara

Saya merasa senang bisa bergabung dengan Komunitas Sehat ini (Kenko No Kai), terutama tentang presentasi dan pembahasan penyakit-penyakit saat ini

Enget Sagala (64 Tahun) Sidikalang Medan - Sumatera Utara

Kegiatan Kenko No Kai sangat bermanfaat untuk saya, informasi kesehatan yang disampaikan sangat membantu sekali untuk kesehatan pribadi dan keluarga

Hj. Erlin Suarni (54 Tahun) Bukit Tinggi - Sumatera Barat

Senang dan bersyukur sekali diadakannya seminar kesehatan yang sangat bermanfaat, menghibur dan bisa menghilangakan stres. Menambah wawasan untuk mengubah pola hidup jadi lebih sehat dengan cara menjaga pola makan yang sehat

Yuli Erni (42 Tahun) Ilir Timur Palembang - Sumatera Selatan

Saya merasa senang mengikuti kegiatan ini karena saya dapat mengubah pola hidup saya, yang awalnya saya tidak peduli dengan pola hidup sehat. Seluruh staff Kenko No Kai sangat ramah dan sopan

Ernawati P. (43 Tahun) Sidikalang Medan - Sumatera Utara

Saya sangat berterima kasih kepada seluruh keluarga besar Kenko No Kai, karena dengan hadirnya komunitas sehat ini, kami menjadi lebih mengerti bahwa kesehatan itu mahal, kesehatan itu penting, dan tidak ada yang lebih berharga dari kesehatan

Rosmiati Caniago (56 Tahun) Sidikalang Medan - Sumatera Utara

Kenko No Kai sangat bermanfaat untuk masyarakat Tomohon. Awalnya saya diajak jemaat saya, setelah mengikuti acara ternyata suasananya sangat meriah dan menyenangkan, kegiatan yang sangat positif...ilmu kesehatannya sangat bermanfaat

Pendeta Victor Marentek (60 Tahun) Tomohon - Sulawesi Utara

Selama 4 bulan mengikuti kegiatan Kenko No Kai. Saya merasa senang karena mendapatkan banyak ilmu pengetahuan tentang kesehatan. Saya sekarang lebih paham tentang arti kesehatan

Erlynce (69 Tahun) Sidikalang Medan - Sumatera Utara

Peta Lokasi

Kontak

KANTOR PUSAT INDONESIA
Pondok Indah Office Tower 2 Suite 1711
Jl. Sultan Iskandar Muda Kav. V TA Pondok Pinang
Kebayoran Lama Jakarta Selatan 12310 Indonesia
Phone: +62 21 2966 1889
Customer Care: +62 21 2966 0330
Bebas Pulsa: 0 800 145 0000

KE ATAS